19 April 2015
Yupz…hari dimana saya
telah resmi menjadi seorang ibu.
Tepat 2 hari setelah
saya mengajukan cuti di tempat saya bekerja, hari Minggu pagi sekitar jam 6.05
WIB saya melahirkan putra Adyatma Ahmad Hamizan dengan berat 2.8 kg dan panjang
48 cm. Alhamdulillah ya Rab…Alhamdulillah…
Rasa haru campur
bahagia yang saat itu saya rasakan. Melewati proses persalinan yang cukup
panjang dari hari Sabtu jam 13.00 WIB sampai hari Minggu jam 6.00 WIB.
Merasakan pembukaan demi pembukaan sampai pembukaan 10. Sungguh saya bersyukur
bias melewati proses panjang itu, menjadikan saya merasa sempurna menjadi
seorang wanita. Dengan posisi masih dijahit saya melakukan proses Inisiasi
Menyusui Dini (IMD). Melihat seorang bayi yang begitu suci, tubuhnya yang
mungil diletakkan di tubuhku, perlahan kepala, tangan, dan kakinya mulai
bergerak. Ya saya berpikir, dia memperkenalkan dirinya ke saya. “Hello mama,
saya sudah lahir, dekap aku dengan kasih sayang Mama”. Karena saya sangat
menikamati proses IMD, jahit menjahit tidak terasa sakitnya (ya seperti digigit
semut rasanya, he he he). Sunggah 17 jam yang sangat indah ya Allah SWT, terima
kasih engkau amanatkan buah hati di tengah keluarga kecil kami.
Well, 1.5 tahun telah
berlalu. Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. Hari demi hari adaptasi saya
lalui. Meskipun saya harus kerja, tapi saya sudah komitmen dalam diri saya akan
selalu melakukan yang terbaik untuk keluarga. Setiap pagi saya selalu memasak
untuk keluarga kecilku, membersihkan rumah dan mencuci baju. Hal itu semuanya
seakan berat namun semua itu terasa ringan karena ada tangan suamiku yang
selalu membantu aktivitasku. Rasa capek, repot, dan waktu tidur yang kurang
tidak ada apa-apanya dibandingkan ketika melihat pertumbuhan dan senyum di
wajah pura kecilku “Atma” panggilan
kecilnya.
Dear putra kecilku
Atma…
Masih teringat jelas
proses yang dialami mama dan ayah untuk membesarkanmu nak. Masih teringat jelas
tendangan atma saat masih di perut yang membuat mama selalu tersenyum dan ayah
yang selalu semangat mencari pergerakanmu saat menendang perut mama. Masih
teringat juga proses persalinan yang begitu panjang dan ayah juga habuk selalu disamping mama
mendo’akan semuanya berjalan lancar tanpa halangan suatu apapun. Masih teringat
jelas senyummu untuk pertama kali, membuat bubur setiap malam, melatih
tengkurap, duduk, berdiri, hingga berjalan. Masih teringat atma saat sebelum bisa
bicara, hanya tangisan atma yang membuat ayah dan mama terus belajar untuk
menterjemahkan apa yang atma inginkan. Saat latihan bicara pun tiap hari ada
kosa kata dan tingkah barumu nak. Sungguh mama dan ayah selalu megikuti
perkembanganmu sayang. Kata pertama yang kamu ucap “nina” “mama” “ayah” “jatuh”
“susu” “habis” dan banyak lagi yang lainnya.
Pict 1. Atma di usia 6 bulan
Pict 2. Atma di usia 1 tahun
Pict 3. Foto keluarga kecil kami saat Atma di usia 1.5 tahun
Atma anakku, maafkan mama memilih untuk tetap bekerja. Meski begitu buka mama tidak sayang atma, mama akan selalu melakukan yang terbaik untukmu, sayang. Mama hanya ingin bersama- sama ayah untuk mewujudkan cita- citamu kelak nak. Semoga bertambahnya usia, Atma akan mengerti semuanya. Yang terpenting kita sama- sma belajar, belajar semuanya. Jangan pernah bosan untuk mendengarkan nasehat ayah dan mama ya, sayang.
Atma sayang...si genteng yang selalu ceria, ayah dan mama berharap Atma tumbuh menjadi anak sholeh yang berguna untuk keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama. Bisa menjadi generasi yang hebat, tangguh, dengan iman yang kuat. Bisa jadi pribadi yang hangat dan memberikan hal positif unruk lingkungan sekitar. Tentu ini menjadi pekerjaan mama dan ayah agar bisa membimbing serta mendidik Atma sebaik mungkin. Sekuat yang mama dan ayah bisa lakukan.
Love you Adyatma Ahmad Hamizan, malaikat kecil yang dikirimkan Allah SWT untuk melengkapi kebahagiaan di tengah keluarga kecil kami.
-With Love-
Mama Nina


