Senin, 30 Januari 2017

My Son "Adyatma Ahmad Hamizan"

19 April 2015

Yupz…hari dimana saya telah resmi menjadi seorang ibu.

Tepat 2 hari setelah saya mengajukan cuti di tempat saya bekerja, hari Minggu pagi sekitar jam 6.05 WIB saya melahirkan putra Adyatma Ahmad Hamizan dengan berat 2.8 kg dan panjang 48 cm. Alhamdulillah ya Rab…Alhamdulillah…

Rasa haru campur bahagia yang saat itu saya rasakan. Melewati proses persalinan yang cukup panjang dari hari Sabtu jam 13.00 WIB sampai hari Minggu jam 6.00 WIB. Merasakan pembukaan demi pembukaan sampai pembukaan 10. Sungguh saya bersyukur bias melewati proses panjang itu, menjadikan saya merasa sempurna menjadi seorang wanita. Dengan posisi masih dijahit saya melakukan proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Melihat seorang bayi yang begitu suci, tubuhnya yang mungil diletakkan di tubuhku, perlahan kepala, tangan, dan kakinya mulai bergerak. Ya saya berpikir, dia memperkenalkan dirinya ke saya. “Hello mama, saya sudah lahir, dekap aku dengan kasih sayang Mama”. Karena saya sangat menikamati proses IMD, jahit menjahit tidak terasa sakitnya (ya seperti digigit semut rasanya, he he he). Sunggah 17 jam yang sangat indah ya Allah SWT, terima kasih engkau amanatkan buah hati di tengah keluarga kecil kami.

Well, 1.5 tahun telah berlalu. Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. Hari demi hari adaptasi saya lalui. Meskipun saya harus kerja, tapi saya sudah komitmen dalam diri saya akan selalu melakukan yang terbaik untuk keluarga. Setiap pagi saya selalu memasak untuk keluarga kecilku, membersihkan rumah dan mencuci baju. Hal itu semuanya seakan berat namun semua itu terasa ringan karena ada tangan suamiku yang selalu membantu aktivitasku. Rasa capek, repot, dan waktu tidur yang kurang tidak ada apa-apanya dibandingkan ketika melihat pertumbuhan dan senyum di wajah pura kecilku “Atma”  panggilan kecilnya.

Dear putra kecilku Atma…
Masih teringat jelas proses yang dialami mama dan ayah untuk membesarkanmu nak. Masih teringat jelas tendangan atma saat masih di perut yang membuat mama selalu tersenyum dan ayah yang selalu semangat mencari pergerakanmu saat menendang perut mama. Masih teringat juga proses persalinan yang begitu panjang  dan ayah juga habuk selalu disamping mama mendo’akan semuanya berjalan lancar tanpa halangan suatu apapun. Masih teringat jelas senyummu untuk pertama kali, membuat bubur setiap malam, melatih tengkurap, duduk, berdiri, hingga berjalan. Masih teringat atma saat sebelum bisa bicara, hanya tangisan atma yang membuat ayah dan mama terus belajar untuk menterjemahkan apa yang atma inginkan. Saat latihan bicara pun tiap hari ada kosa kata dan tingkah barumu nak. Sungguh mama dan ayah selalu megikuti perkembanganmu sayang. Kata pertama yang kamu ucap “nina” “mama” “ayah” “jatuh” “susu” “habis” dan banyak lagi yang lainnya.
Pict 1. Atma di usia 6 bulan

Pict 2. Atma di usia 1 tahun

Pict 3. Foto keluarga kecil kami saat Atma di usia 1.5 tahun

Atma anakku, maafkan mama memilih untuk tetap bekerja. Meski begitu buka mama tidak sayang atma, mama akan selalu melakukan yang terbaik untukmu, sayang. Mama hanya ingin bersama- sama ayah untuk mewujudkan cita- citamu kelak nak. Semoga bertambahnya usia, Atma akan mengerti semuanya. Yang terpenting kita sama- sma belajar, belajar semuanya. Jangan pernah bosan untuk mendengarkan nasehat ayah dan mama ya, sayang.

Atma sayang...si genteng yang selalu ceria, ayah dan mama berharap Atma tumbuh menjadi anak sholeh yang berguna untuk keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama. Bisa menjadi generasi yang hebat, tangguh, dengan iman yang kuat. Bisa jadi pribadi yang hangat dan memberikan hal positif unruk lingkungan sekitar. Tentu ini menjadi pekerjaan mama dan ayah agar bisa membimbing serta mendidik Atma sebaik mungkin. Sekuat yang mama dan ayah bisa lakukan.


Love you Adyatma Ahmad Hamizan, malaikat kecil yang dikirimkan Allah SWT untuk melengkapi kebahagiaan di tengah keluarga kecil kami.


-With Love-

Mama Nina

Jumat, 27 Maret 2015

Our Wedding Party



17.5.2015
 
Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan. Bagaimana tidak? Hari ini hari dimana kedua keluarga kami berkumpul. Tidak hanya keluarga, semua kerabat dan sahabat sahabati juga berkumpul untuk mendo’akan pernikahan kami. 

Sebelum acara resepsi dimulai, setelah sholat Subuh saya dan semua keluarga mempersiapkan diri dari make up sampai detail untuk menyambut tamu Undangan. Kali ini, resepsi Pernikahan kami bernuansa merah gold. Hemmmm…warna favorit saya bingiits. Beginilah hasil dekorasi nya. he he he



Acara temu manten dimulai pukul 9.00 WIB, dilaksanakan di kediaman orang tua saya. Resepsi ini menggunakan prosesi adat Jawa Muslim yang dipandu oleh dalang manten yang sudah standby menggunakan jarik jawa, beskap, dan blangkon khas orang Jawa. Prosesi ini sangat sederhana namun penuh dengan hikmat. Resepsi dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan dari masing- masing keluarga., dan diakhiri dengan pembacaan do’a bersama yang dipimpin oleh Bpk.Mudin tempat saya. Setelah itu diisi acara prasmanan dan hiburan electon. Acara berlangsung sangat hangat dan meriah. Terlebih lagi saat teman suami, teman saya, dan teman orang tua kami datang. Benar benar hari itu sangat membahagiakan. 




Terima kasih untuk ibuku tersayang (FINA Wedding Service/ 081.216.585.971 – 085.748.600.474) yang menjadi WO (Wedding Organizer) acara pernikahan kami, dan tak lupa keluarga besar saya dan suami yang juga sudah banyak sekali membantu kami untuk membuat acara ini berjalan dengan lancar. Kemudian kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada sahabat-sahabat kami yang sudah hadir untuk mendo’akan dan memeriahkan acara resepsi pernikahan kami. 




Juga kepada seluruh pihak lainnya yang sudah membantu kami selama ini yang kami tidak bisa sebutkan satu persatu. Terima kasih banyak untuk do’a, support, waktu dan tenaga nya. Tanpa kalian semua acara ini tidak akan semeriah ini. 
 
We Love You All…

Rabu, 25 Maret 2015

Thank You for Completing Half My Deen


5.3.2014

At list hari ini adalah salah satu hari yang tidak akan pernah terlupakan dalam hidup saya. Yes, hari ini adalah hari dimana saya mengikat janji suci pernikahan dengan seseorang yang tidak pernah kusangka akan menjadi pendamping hidup saya. Berawal dengan ta’aruf yg cukup singkat, tidak bertele tele langsung deh si mas langsung bawa orang tuanya ke rumah untuk melamar saya. Subahanallah, semua terasa seperti mimpi. Mungkin ini yang dinamakan jodoh, yes, that’s right! jodoh terbaik yang dipilih Allah SWT untuk menngenapkan separuh dari agama saya.  Saya hanya meyakini, jika jodoh adalah cermin. Wanita baik hanya untuk lelaki baik. Ya Allah SWT, semoga dia menjadi pasangan hidup saya yang akan saya jaga sampai akhir hayat, Insya Allah. Bisa bersama- sama membawa keluarga kami menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah. Amiin…

Akad nikah dilaksanakan hari Rabu, 5 Maret 2014 di kediaman saya Jl.Elbadar II No.22 Kec.Deket Kab.Lamongan tepat pukul 9.00 WIB. Kalau ditanya bagaimana perasaan saya? Wah semalam sebelum prosesi ijab qobul tidak bisa tidur. mulut dan hati saya terus berdo’a agar besok semuanya lancar dan juga memohon agar si mas bisa mengucapkan ijab qobul dengan satu nafas. Tapi saya pasrahkan semuanya kepada Allah SWT. Dan Akhirnya sampai di prosesi akad nikah, saya duduk di sebelah si mas dan diiringi dengan khutbah nikah. Dan…

"Saya terima nikah dan kawinnya Inayati Nur Saidah binti Su’ud dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai.”

Ketika kalimat tersebut diucapkan, saya hanya bisa menundukkan kepala, deg-degan dan terus berdo’a. Akhirnya terucap satu nafas dari si mas dan mendengar kata SAH dari Bpk Penghulu, saya terharu, bahagia campur aduk dan tidak terasa langsung menitikkan air mata. Begitu juga air mata kebahagiaan menetes dr kedua mata orang tua kami. Hanya kata Alhamdulillah…kami telah resmi menjadi suami istri. Itu artinya sekarang status kami sudah berubah, saya sebagai seorang istri yang mempunyai tanggung jawab baru kepada suami begitu juga suami saya yang punya tanggung jawab kepada istri, anak dan keluarga kami. Mulai  detik ini, cerita kami akan dimulai, dimana kami akan mengisi suatu buku kosong yang akan ditulis dengan warna warni kehidupan rumah tangga. 


Tulisan ini akan saya berikan kepada suami saya, semoga dia membaca ya.. he he he. Dimana telah memilih saya untuk menjadi pendamping hidupnya. Terima kasih karena telah menerima saya apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihan  saya. Terima kasih karena telah bersedia untuk menjadi imam di dalam rumah tangga ini. Langkah ini adalah langkah awal kita untuk menuju surga Allah SWT, karena niat kita adalah beribadah. 

I love you, suamiku..