Rabu, 25 Maret 2015

Thank You for Completing Half My Deen


5.3.2014

At list hari ini adalah salah satu hari yang tidak akan pernah terlupakan dalam hidup saya. Yes, hari ini adalah hari dimana saya mengikat janji suci pernikahan dengan seseorang yang tidak pernah kusangka akan menjadi pendamping hidup saya. Berawal dengan ta’aruf yg cukup singkat, tidak bertele tele langsung deh si mas langsung bawa orang tuanya ke rumah untuk melamar saya. Subahanallah, semua terasa seperti mimpi. Mungkin ini yang dinamakan jodoh, yes, that’s right! jodoh terbaik yang dipilih Allah SWT untuk menngenapkan separuh dari agama saya.  Saya hanya meyakini, jika jodoh adalah cermin. Wanita baik hanya untuk lelaki baik. Ya Allah SWT, semoga dia menjadi pasangan hidup saya yang akan saya jaga sampai akhir hayat, Insya Allah. Bisa bersama- sama membawa keluarga kami menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah. Amiin…

Akad nikah dilaksanakan hari Rabu, 5 Maret 2014 di kediaman saya Jl.Elbadar II No.22 Kec.Deket Kab.Lamongan tepat pukul 9.00 WIB. Kalau ditanya bagaimana perasaan saya? Wah semalam sebelum prosesi ijab qobul tidak bisa tidur. mulut dan hati saya terus berdo’a agar besok semuanya lancar dan juga memohon agar si mas bisa mengucapkan ijab qobul dengan satu nafas. Tapi saya pasrahkan semuanya kepada Allah SWT. Dan Akhirnya sampai di prosesi akad nikah, saya duduk di sebelah si mas dan diiringi dengan khutbah nikah. Dan…

"Saya terima nikah dan kawinnya Inayati Nur Saidah binti Su’ud dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai.”

Ketika kalimat tersebut diucapkan, saya hanya bisa menundukkan kepala, deg-degan dan terus berdo’a. Akhirnya terucap satu nafas dari si mas dan mendengar kata SAH dari Bpk Penghulu, saya terharu, bahagia campur aduk dan tidak terasa langsung menitikkan air mata. Begitu juga air mata kebahagiaan menetes dr kedua mata orang tua kami. Hanya kata Alhamdulillah…kami telah resmi menjadi suami istri. Itu artinya sekarang status kami sudah berubah, saya sebagai seorang istri yang mempunyai tanggung jawab baru kepada suami begitu juga suami saya yang punya tanggung jawab kepada istri, anak dan keluarga kami. Mulai  detik ini, cerita kami akan dimulai, dimana kami akan mengisi suatu buku kosong yang akan ditulis dengan warna warni kehidupan rumah tangga. 


Tulisan ini akan saya berikan kepada suami saya, semoga dia membaca ya.. he he he. Dimana telah memilih saya untuk menjadi pendamping hidupnya. Terima kasih karena telah menerima saya apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihan  saya. Terima kasih karena telah bersedia untuk menjadi imam di dalam rumah tangga ini. Langkah ini adalah langkah awal kita untuk menuju surga Allah SWT, karena niat kita adalah beribadah. 

I love you, suamiku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar