5.3.2014
At list hari ini adalah
salah satu hari yang tidak akan pernah terlupakan dalam hidup saya. Yes, hari
ini adalah hari dimana saya mengikat janji suci pernikahan dengan seseorang
yang tidak pernah kusangka akan menjadi pendamping hidup saya. Berawal dengan
ta’aruf yg cukup singkat, tidak bertele tele langsung deh si mas langsung bawa
orang tuanya ke rumah untuk melamar saya. Subahanallah, semua terasa seperti
mimpi. Mungkin ini yang dinamakan jodoh, yes, that’s right! jodoh terbaik yang
dipilih Allah SWT untuk menngenapkan separuh dari agama saya. Saya hanya meyakini, jika jodoh adalah cermin.
Wanita baik hanya untuk lelaki baik. Ya Allah SWT, semoga dia menjadi pasangan
hidup saya yang akan saya jaga sampai akhir hayat, Insya Allah. Bisa bersama-
sama membawa keluarga kami menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah.
Amiin…
Akad nikah dilaksanakan
hari Rabu, 5 Maret 2014 di kediaman saya Jl.Elbadar II No.22 Kec.Deket Kab.Lamongan
tepat pukul 9.00 WIB. Kalau ditanya bagaimana perasaan saya? Wah semalam
sebelum prosesi ijab qobul tidak bisa tidur. mulut dan hati saya terus berdo’a
agar besok semuanya lancar dan juga memohon agar si mas bisa mengucapkan ijab
qobul dengan satu nafas. Tapi saya pasrahkan semuanya kepada Allah SWT. Dan Akhirnya
sampai di prosesi akad nikah, saya duduk di sebelah si mas dan diiringi dengan
khutbah nikah. Dan…
"Saya terima nikah
dan kawinnya Inayati Nur Saidah binti Su’ud dengan
mas kawin tersebut, dibayar tunai.”
Ketika kalimat tersebut
diucapkan, saya hanya bisa menundukkan kepala, deg-degan dan terus berdo’a. Akhirnya
terucap satu nafas dari si mas dan mendengar kata SAH dari Bpk Penghulu, saya terharu, bahagia campur aduk dan tidak
terasa langsung menitikkan air mata. Begitu juga air mata kebahagiaan menetes
dr kedua mata orang tua kami. Hanya kata Alhamdulillah…kami telah resmi menjadi
suami istri. Itu artinya sekarang status kami sudah berubah, saya sebagai
seorang istri yang mempunyai tanggung jawab baru kepada suami begitu juga suami
saya yang punya tanggung jawab kepada istri, anak dan keluarga kami. Mulai detik ini, cerita kami akan dimulai, dimana
kami akan mengisi suatu buku kosong yang akan ditulis dengan warna warni
kehidupan rumah tangga.
Tulisan ini akan saya
berikan kepada suami saya, semoga dia membaca ya.. he he he. Dimana telah memilih saya untuk
menjadi pendamping hidupnya. Terima kasih karena telah menerima saya apa adanya
dengan segala kekurangan dan kelebihan
saya. Terima kasih karena telah bersedia untuk menjadi imam di dalam
rumah tangga ini. Langkah ini adalah langkah awal kita untuk menuju surga Allah
SWT, karena niat kita adalah beribadah.
I love you, suamiku..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar